TenggelamnyaKapal Van Der Wijck THE SINKING OF VAN DER WIJCK This film was based on the well known novel wrote by the famous writer at balai pustaka era. Hamka was his name. He wrote a lot of novel in Islamic and romance genres. He is known by his portrayed in novel tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Di Bawa Naungan Ka'bah and so on.
Ketikafilm menceritakan lokasi di Padang Panjang, warna layar sekarang lebih hangat. Dengan ketajaman gambar yg fantastis. Baguuus banget. Semacam obat mata yg tadi silau. Yg biru tadi rasanya dingin dan silau, yg sekarang (kuning emas agak-agak sephia) rasanya hangat dan menyehatkan.
Filmini secara keseluruhan bagus banget jadi kejelekannya termaafkan dan bahkan hampir tidak disadari. Salah satu saran yang mungkin bisa lebih membangun hanya kemampuan menampilkan efek visual Kapal van der Wijck. Sepertinya di extended version dibuat lebih gelap dan lebih bagus meskipun tetep keliatan seperti tempelan. Hahhaa.
cash. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck2 jam 43 menit2013Drama13+ Zainuddin left his first love Hayati since their status is different and can’t be together. Yet later met her again in an opera show.
Synopsis When a young man leaves home to fulfill the wishes of his late father, he meets and falls in love with a woman from a very different background. Cast Crew Details Genres Releases Cast Director Producer Writer Original Writer Studio Country Language Alternative Title The Sinking of Van Der Wijck 2013 Genres Theatrical 19 Dec 2013 Indonesia Indonesia Popular reviews More Well, that ship did sink in the end. sebelum berangkat nonton film ini kebanyakan minum, trs pas film nya mau mulai aku ga pipis dulu dan pas awal sampe pertengahan ga kebelet tapi pas kapalnya mau tenggelem kebelet banget tapi nahan sampe kringet dingin, pusing banget trs aku minta temen aku untuk nemenin ke kamar mandi dia nolak dong.. Soalnya kapalnya mau tenggelem. Yaudah akhirnya aku tahan trs mana durasi film nya lama banget ajg sampe ga kuat dan akhirnya keluarlah. Malu banget sumpah nonton ini kalo g salah kelas 3/4/5 sd waktu itu pake celana jeans warna gelep jd ga begitu keliatan. Pas keluar bioskop di tanya temen ku ga jadi ke kamar mandi? Aku jawab ga dan akhirnya lgsng masuk mobil. Untung waktu itu nonton nya jam terakhir malem banget. Dan sampe sekarang temen temen aku ga tau tentang tragedi ini LOL. Maaf banget ya mba/mas petugas bioskop 😭😭😭. Masih kecil banget nonton udah sering nonton sendiri sm temen temen... Zainuddin yang diperankan oleh Herjunot Ali itu sebenarnya beraksen apa? Padang? Makassar? Atau Italia?Color gradingnya, ya ampun, ada satu scene yang saya pikir sekampung kena Hepatitis C semua. Ada pula scene yang saya kira di kampung halaman The Smurfs Surat Hayati yang dibaca di akhir sama adegan Hayati di rumah sakit yang di akhir… “Zainuddin, kekasihku. Zainuddin, kekasihku. Zainuddin, kekasihku.” Fuck mati aja aku sedih banget itu sambil dibacain 2 kalimat syahadat sampe 3 kali😭 harusnya ini judulnya ganti aja jadi 'mengejar gebetan' karena kapalnya tenggelem cuma 2 menit???????? padahal pantat udah panas nungguin kapalnya terbalik Dulu nonton ini sedih banget wkwk nonton lagi jadi gimana gitu Beberapa gambar ngelihatnya kayak film The Great Gatsby. Tapi suka sama film ini walaupun Hayati gak setia, dia milih yang lebih kaya, dan ternyata menyesal, karena Zainudin ujung-ujungnya jadi orang kaya juga 🙄🙄🙄🙄 Ini bukan hanya kisah romansa, kisah cinta dan tragedi biasa. Menurutku kisah ini mengajarkan kita bagaimana cara memaknai hidup. Karena cerita tersebut sangat logis, dan seringkali dialami juga oleh sebagian manusia. Yaitu tentang bagaimana Tuhan menghadirkan cinta pada dua anak manusia yang saling mengasihi dengan tulus dan berjalan lurus, namun karena situasi dan kondisi sosial budaya adat istiadat, dan juga banyak faktor lainnya yang sangat kuat mempengaruhi jalannya cinta suci tersebut. Hingga manusia dihadapkan pada pilihannya masing-masing, apakah akan meneruskan cinta tersebut, menguburkan, melupakan atau bahkan membunuhnya. Ceritanya sangat bertele-tele tapi mungkin terbantu oleh cinematography nya yg cukup bagus untuk film Indonesia. This is one of the very good Indonesian films, the love story of 2 human beings who must be separated because of wealth, different degrees of customs. A very tragic love story. Pathetic. Herjunot Ali's acting in this film shows totality. "demikianlah perempuan, ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil, dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya."a powerful words by zainuddin to hayati. i can feel his emotion that he hide all these times. i know he still love her in this scene, but anger controls him. i can't imagine if someone i deeply love broke the promise and married to other person, and come back ask for forgiving. i'd alsp do the same just like what zainuddin did to hayati. remember, words cut deeper than a zainuddin motivates me to turn the pain, the hate into power. he proves to all those people that he success, he's in the top, and proves the "luka pun ada sembuhnya". besides the powerful lines, the musics help the movie. "cintakan selalu abadi, walau takdir tak pasti kau selalu di hati, cinta matiku." 🖤
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Film yang diputar pada akhir tahun 2013 ini membuat hati saya terkagum-kagum akan keindahan bahasa yang dituturkan. Setting daerah dan adat yang khas, suguhan alam yang tepat dan penokohan yang begitu sesuai dengan aslinya membuat kita bisa turut langsung merasakan suasananya. Film yang diperankan oleh Herjunot Ali sebagai Zainuddin dan Pevita Pearce sebagai Hayati ini cukup banyak membuat saya takjub terutama pesan-pesan moral yang dari keresahan seorang Pemuda, yang sangat ingin mengetahui tentang asal-usul keluarganya. Seorang anak yatim piatu, yang dari lahirnya telah ditimpa oleh kemalangan. Tentang, kisah seorang pemuda yang terbuang, diasingkan oleh tanah kelahirannya sendiri. Lalu, dia mulai menelusuri jejak-jejak sang Ayah. Mencari tau kabar sanak saudara. Memperbaiki hubungan keluarga yang hampir yang berlatar belakang pada tahun 1930-an ini adalah film yang bergenre romance dan religi. Zainuddin, pun memulai perjalanannya menuju Padang, Batipuah. Selain untuk mencari tau asal usul keluarga, Zainuddin juga ingin memperdalam ilmu agamanya. Lalu kemudian tidak sengaja dipertemukan dengan seorang gadis Desa yang terkenal akan keindahannya, cantik rupa dan akhlak, Hayati, begitulah orang memanggilnya. Semenjak pertemuan perdana, Zainuddin dan Hayati ini rupanya saling mengagumi satu sama lain. Lewat tatapan mata, mereka saling mengirim sinyal tanda rasa syukur kepada Tuhan, Takjub, akan keindahan Ciptaan-Nya. Hayati, kecantikan ciptaan alam. Sopan dan lembut tutur katanya. Namun, diapun seseorang yang bernasib sama dengan Zainuddin, yaitu yatim piatu. Dibesarkan oleh pamannya yang sekaligus menjadi ketua Adat di wilayahnya. Hayati, hanya bisa tunduk dan patuh oleh segala aturan dari pamannya itu. Apapun akan dilakukan sebagai bentuk balas berkenalan, Zainuddin dan Hayati semakin akrab. Mulai menunjukkan betapa mereka memang saling mengagumi satu sama lain. Berkabar melalui sepucuk surat. Surat yang sangat berharga, surat yang sangat dinanti. Zainuddin begitu mencintai Hayati, karena hanya dialah seseorang yang tetap setia berkawan dengannya, disaat yang lain membatasi diri. Hanya Hayati lah yang mampu menemani disaat suka maupun luka dan mampu menghargai sekecil apapun pengorbanan segala pengharapan, Zainuddin memilih seorang Hayati untuk menceritakan semua hal. Tentang kekecewaan seorang pemuda yang tidak jelas keturunannya. Pemuda yang hatinya bersih karena dicuci oleh air mata penderitaan sejak lahir bahkan tentang rasa, Zainuddin menyatakan telah jatuh hati kepada Hayati lewat sebuah kalimat indah "Hanya satu pintaku, jangan pernah kecewakan hati yang berlindung kepadamu, Aku mencintaimu".Mendengar hal ini, sang Paman pun murka. Seperti aturan yang dibuatnya sejak dulu, tidak ada seorang lelaki Batipuh yang bisa meminang Hayati termasuk Zainuddin. Maka, diusirlah Zainuddin dari negeri Batipuh, untuk menghindari fitnah dan memadamkan amarah sang Paman. Mengetahui hal ini, Hayati pun memohon, untuk mengurungkan niat Pamannya itu. Namun, Hayati tidak bisa berbuat apapun, aturan tetaplah aturan. Untuk kesekian kalinya, dia masih harus kalah oleh aturan sang perjalanannya, Hayati menemui Zainuddin. Mengucapkan salam perpisahan. Menguatkan, bahwa cinta itu tidak melemahkan dan membuat putus asa. Mengutarakan tentang hati yang telah dipenuhi cinta kepada Zainuddin. Membuat sumpah yang begitu berat. Berjanji akan tetap suci dan menunggu kedatangan Zainuddin kembali untuk meminangnya. Lalu, memberikan azimat berupa selendang sebagai tanda mata sekaligus penyemangat bagi pun berangkat dengan harapan baru yang sebelumnya hampir sirna. Bersama segala sumpah dan selendang yang dia genggam erat dari seorang Hayati. Meninggalkan negeri Batipuh menuju Padang Panjang melanjutkan tujuannya untuk belajar Agama. 1 2 3 Lihat Film Selengkapnya
review film tenggelamnya kapal van der wijck